Saturday, April 17, 2021

Critical Book Report (CBR) Penulisan Laporan Penelitian

LAPORAN TINJAUAN KRITIS BUKU

(CRITICAL BOOK REPORT)

Buku I

Judul Buku                  : Koponen-komponen karya tulis ilmiah

Penulis                         : Dr. H. Erizal Gani, M.Pd.

Penerbit                       : Penerbit Pustaka Reka Cipta

Kota Terbit                  : Bandung

Tahun Terbit               : 2013

Edisi                            : 1

Jumlah Halaman         : 268 halaman

Buku II

Judul Buku                  : Menulis Karya Ilmiah

Penulis                         : Dr. H. Dalman, M.Pd.

Penerbit                       : PT. RAJAGRAFINDO PERSADA

Kota Terbit                  : Depok

Tahun Terbit               : 2013

Edisi                            : 3

Jumlah Halaman         :

 

I.                   Pengantar

Penyusunan makalah ini dibuat demi pemenuhan syarat penugasan critical book report dalam mata kuliah Penulisan Laporan Penelitian. Kiranya hasil pengerjaan ini dapat sesuai dengan kriteria tugas yang diminta.

II.                Ringkasan isi buku 1

 

BAB I

HAKIKAT KOMPONEN KARYA TULIS ILMIAH

 

1.      HAKIKAT KOMPONEN KARYA TULIS ILMIAH

Karya tulis ilmiah terdiri dari kata majemuk karya tulis dan ilmiah. Yang dimaksud dengan karya tulis adalah hasil dari suatu kegiatan menulis, dan yang dimaksud dengan ilmiah adalah segala sesuatu yang bersifat keilmuan. Karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang bersifat keilmuan,yang disusun secara sistematis menurut kaedah-kaedah tertentu berdasarkan hasil berfikir ilmiah dan metode ilmiah. Kaedah-kaedah yang dimaksud adalah kaidah-kaidah keilmuan, kebakuan bahasa, kekonsistenan, keobjektifan, kelogisan, kejelasan, kebermaknaan, tata tulis dan lain-lain.

Antara karya tulis ilmiah dengan karya nonilmiah banyak terdapat perbedaan. Pada hematnya, perbedaan tersebut dapat ditinjau dari beberapa titik pengamatan misalnya dari segi : (1) masalah yang dikemukakan, (2) judul tulisan, (3) bahasa, (4) prosedur pembuatan, (5) efek yang ditimbulkan, (6) pola pengembangan tulisan, (7) sistematika penulisan, (8) pembahasan, (9) sasaran pembaca, (10) keterpecayaan, (11) refrensi, (12) jenis tulisan, (13) penulis, (14) publikasi, (15) sapaan bagi pembuat/penulis.

Apapun jenis karya tulis oelh seorang ilmuan atau akademisi, sebuah karya tulis dapat dianggap sebagai karya tulis ilmiah jika mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

a.       Objektif

Yang dimaksud objektif adalah pengungkapan segala sesuatu seperti apa adanya. Setiap fakta yang ada diucapkan apa adanya tidak dimanipulasi atau direkayasa.

 

b.      Netral

Aspek kenetralan ini mengacu pada setiap pernyataan, pengungkapan, informasi atau nilai yang terbebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok.

c.       Sistematis

Aspek sistematis ini mengacu pada pola penyajian yang bersifat baku, bukan beku. Sebauh karya tulis ilmiah menguraikan dan menyajikan sesuatu secara berurutan.

d.      Logis

Kelogisan ini mengacu pada pola penalaran yang digunakan penulis, misalnya pola penalaran induktif dan pola penalaran deduktif, jika seorang penulis bermasksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif, sebaliknya kalau penulis membuktikan suatu teori atau hipotesis maka digunakan pola deduktif.

 

e.       Menyajikan data

Setiap pernyataan atau uraian atau simpulan dalam karya ilmiah harus bersifat factual yaitu menyajikan segala sesuatu berdasarkan fakta dan data. Oleh karena itu ungkapan yang bernada emosional hendaknya perlu dihindarkan.

 

 

2.      HAKIKAT KOMPONEN KARYA TULIS ILMIAH

Komponen karya tulis ilmiah adalah segala sesuatu yang diperlukan dan diperhatikan dalam membangun sebuah karya tulis ilmiah. Istilah komponen ini juga sering disebut dengan unsur-unsur, bagian-bagian, aspek-aspek karya ilmiah. Mengacu pada Harris (1977) pada hematnya komponen-komponen karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut:

a.       Isi tulisan

b.      Organisasi pembentuk tulisan

c.       Struktur tulisan

d.      Gaya tulisan

e.       Mekanis tulisan

f.        Perwajahan

 

 


 

BAB II

KOMPONEN ORGANISASI KARYA TULIS ILMIAH

 

A.    Komponen organisasi karya tulis ilmiah

Karya tulis ilmiah  pada dasarnya memiliki sitematika atau susunan baku yang harus diikuti oleh setiap penulis. Sistematika penulisan secara umum dapat diartikan sebagai aturan dalam meletakkan bagian-bagian atau komponen-komponen tertentu pada suatu karya tulis ilmiah. Sebuah karya tulis ilmiah tersebut memiliki komponen yang membangun karya tulis tersebut, dan komponen tersebut dapat dibedakan atas komponen :

a.       Judul tulisan

b.      Abstrak

c.       Pengantar

d.      Permasalahan penelitian

e.       Bahan

f.        Cara penelitian

g.      Hasil

h.      Pembahasan

i.        Simpulan

j.        Ucapan terimakasih

k.      Daftar pusaka

Walaupun secara umum sistematika penulisan karya ilmiah serupa yaitu dimulai dengan komponen pendahuluan, komponen isi, komponen penutup, namun secara lebih spesifik sistematika penulisan karya ilmiah dapat berbeda sesuai dengan kepentingan pembuatan karya tulis ilmiah yang bersangkutan.

 

B.     Komponen organisasi karya tulis ilmiha berdasarkan karya tulis ilmiah

Ragam karya tulis ilmiah yang dikenal dalam dunia akademik cukup banyak. Pada hematnya karya tulis ilmiah dapat diklarifikasikan atas beberapa jenis yaitu: (1) makalah, (2) artikel, (3) laporan penelitian. Makalah dapat dibedakan atas makalah tugas perkuliahan, makalah tugas akhir, dan makalah seminar. Laporan penelitian dapat dibedakan menjadi skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian.

 

1.      Komponen organisasi makalah

Makalah adalah karya tulis ilmiah yang membicarakan suatu permasalahan secara tuntas berdasarkan suatu pendekatan berpikir yaitu secara induktif dan deduktif. Pada dasarnya jenis makalah dapat dibedakan menjadi 3 jenis makalah yaitu (1)makalah tugas perkuliahan, (2) makalah tugas akhir, (3) makalah seminar.

 

a.       Makalah tugas perkuliahan

Makalah tugas perkuliahan ditulis untuk memenuhi tugas yang diberikan oelh dosen atau guru yang membina perkuliahan atau mata pelajaran tertentu. Sifat makalah ini sangat klasikal. Oleh sebab itu, bentuk dan oraganisasi makalah perkuliahan sangat ditentukan oelh dosen atau Pembina perkuliahan atau pembelajaran pada kelas tersebut. Bentuk dan organisasi tersebut mengacu pada sistematika atau format dasar yakni : (1) bagian awal, (2) bagian tengah, (3) bagian akhir.

1.       Komponen bagian awal (bagian depan tugas perkuliahan)

Bagian awal atau bagian depan makalah tugas perkuliahan adalah bagian yang menginformasikan hal-hal yang berhubungan dengan informasi awal dari makalah yang bersangkutan. Komponen yang membangun bagian awal makalah tugas perkuliahan adalah sebagai berikut.

 

a.       Sampul dan halaman judul

b.      Halaman pengesahan (jika ada bersifat tentative)

c.       Pernyataan (jika ada bersifat tentative)

d.      Abstrak (jika ada bersifat tentative)

e.       Kata pengantar

f.        Daftar isi

g.      Daftar tebel (jika ada bersifat tentative)

 

 

2.      Komponen bagian tengah (bagian utama) makalah tugas perkuliahan

Bagian tengah atau bagian isi makalah tugas perkuliahan adalah bagian yang menginformasikan hal-hal yang berhubungan dengan isi makalah tugas perkuliahan yang bersangkutan.berikut adalah komponen bagian tengah makalah tugas perkuliahan sebgai berikut.

a.       Bab I pendahuluan.

Bab I pendahuluan adalah bagian makalah yang bersifat pengantar kepermasalahan yang hendak ditulis. Secara sederhana Bab I pendahuluan memiliki komponen seperti: (1) latar belakang masalah, (2) rumusan masalah, (3) pertanyaan, (4) tujuan penulisan, (5) manfaat penulisan (jika ada bersifat tentative.

b.      Bab II pembahasan

Bab II pembahasan adalah bagian makalah yang menguraikan isi makalah yang bersangkutan. Berikut susunan komponen Bab II pembahasan menurut penulis buku: (1) pandangan umum tentang membaca (2)pengertian membaca pemahaman, (3) fungsi membaca pemahaman, (4) factor yang mempengaruhi pemhaman, (5) cara meningkatkan keterampilan membaca pemahaman, (6) evaluasi terhadap keterampilan membaca pemahaman.

c.       Bab III penutup

Bab ini adalah bagian dari makalah yang menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan penutup makalah yang bersangkutan. Pada umumnya bagian penutup adalah komponen berikut: (1) simpulan (bukan kesimpulan), (2) saran.

 

3.      Komponen bagian akhir (bagian belakang) makalah tugas perkuliahan

Secara umum komponen yang membangun bagian akhir atau bagian belakang makalah adalah: (1) daftar pustaka, (2) lampiran (jika ada, bersifat tentative)

 

b.      Komponen organisasi makalah tugas akhir

Penulisan makalah tugas akhir dimaksudkan untuk melengkapi persyaratan guna menyelesaikan pendidikan pada program studi tertentu dalam jenjang pendidikan tertentu. Jenis makalah tugas akhir ini lebih bersifat kelembagaan. Artinya penulis makalah tersebut disesuaikan dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan lembaga atau institusi tertentu. Penulisan makalah tugas akhir ini tetap mengacu pada sistematika atau format dasar yang berlaku secara umum yakni: (1) bagian awal tulisan, (2) bagian tengah tulisan, (3) bagian akhir tulisan.

 

1.      Komponen bagian awal makalah tugas akhir

Secara umum komponen yang membangun bagian awal adalah sebagai berikut.

a.       Halaman sampul atau halaman judul. Halaman judul dapat terdiri dari judul luar dan judul dalam

b.      Halaman pernyataan

c.       Halaman pengesahan. Halaman pengesahan ini terdiri dari 2 yakni halaman pengesahan dari pembimbing dan halaman pengesahan dari dewan penguji.

d.      Persembahan (jika ada)

e.       Abstrak

f.        Kata pengantar

g.      Daftar isi

h.      Daftar table atau daftar lainnya. (jika ada)

 

2.      Komponen tengah makalah tugas akhir

Makalah tugas akhir ditulis berdasarkan hasil kegiatan penelitian dan ada yang ditulis berdasarkan konsep yang lazim menjadi acuan. Untuk makalah tugas akhir yang ditulis berdasarkan penelitian memiliki komponen yang umum sebagai berikut.

a.       Bab I pendahuluan

Merupakan komponen yang bersifat mengantar kepersoalan yang akan diuraikan pada bab II. Meliputi sebagai berikut: (1) latar belakang masalah, (2) batasan masalah, (3) rumusan masalah, (4) pertanyaan penelitian, (5) tujuan penulisan, (6) manfaat penulisan, kemudian ada pula kerangka teori yang meliputi: (1) kajian teori/kerangka teoritis, (2) kerangka konspetual, (3) hipotesis, lalu ada pula bagian metodelogi yang meliputi: (1) jenis penelitian, (2) metode penelitian, (3) populasi dan sampel, (4) Instrumen penelitian, (5) teknik pengumpulan data, (6) latar, entri, keadiran peneliti, (7) teknis analisis data.

 

b.      Bab II pembahasan.

Komponen yang harus disesuaikan dengan rumusan masalah dalam makalah tugas akhir. Dan juga harus sesuai dengan tujuan pembuatan makalah.

 

c.       Bab III penutup

Memuat komponen-komponen sebagai berikut (1) simpulan, (2) Saran, (3) implikasi.

 

3.      Komponen organisasi makalah seminar

Makalah seminar adalah makalah yang ditulis untuk dibicarakan dalam suatu pertemuan ilmiah sepperti seminar, konferensi musyawarah dan lainnya. Makalah ini bersifat kepanitiaan. Bentuk organisasi penulisan makalah seminar ini tetap mengacu kepada sistematika atau format, yaitu: (1) Bagian awal, (2) bagian tengah, (3) bagian akhir, berikut penjelasannya:

A.    Komponen bagian awal (bagian depan) makalah seminar

Komponen umum makalah seminar adalah sebagai berikut : (1) judul, (2) nama penulis, (3) afilasi penulis, (4) abstrak, (5) kata kunci.

 

B.     Komponen bagian tengah (bagian utama) makalah seminar

Makalah seminar ada yang ditulis berdasarkan hasil penelitian  da nada yang ditulis berdasarkan konsep yang lazim. Komponen yang membangun bagian tengah tidak jauh berbeda yakni:

a.       Bagian pendahuluan.

Bagian ini biasanya tidak dirinci atas beberapa subbagian secara eksplisit. Komponen yang membangun bagian awal ini misalnya latar belakang, rumusan masalah,tujuan penulisan.

b.      Bagian pembahasan

Komponen dalam bagian ini disesuaikan kedalam rumusan permasalahan dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

c.       Bagian penutup

Penutup makalah seminar tidak terinci secara terpisah atas bagian yang lebih spesifik. Biasanya simpulan yang diimplikasikan dalam bentuk paragraph.

 

C.     Komponen bagian akhir (bagian belakang) makalah seminar

Secara umum komponen yang membangun bagian akhir adalah sebagai berikut (1) daftar pustaka, (2) lampiran (jika ada).

 

4.      Komponen organisasi artikel

Penulisan artkel pada hematnya ditujukan  untuk publikasikan dalam media cetak, baik media cetak, misalnya Koran, majalah, dan tabloid atau bias juga media cetak khusus misalnya jurnal. Bentuk dan sistematika dalam sebuah artikel adalah sebagai berikut: (1) bagian awal, (2) bagian tengah, (3) bagian akhir, berikut penjelasannya:

 

A.    Komponen bagian awal artikel

Komponen yang membangun penulisan artikel adalah sebagai berikut : (1) Judul, (2),nama penulis, (3) afilasi penulis, (4) abstrak, (5) kata kunci. Biasanya masing-masing komponen tersebut dimuat dalam 1 halaman yang sama dalam artikel.

B.     Komposisi bagian tengah artikel

Pada umumnya bagian tengah atau bagian utam artikel untuk jurnal illmiah memuat komponen berikut:

a)      Bagian pendahuluan

Biasanya bagian ini tidak dirinci secara beberapa subbagian secara ekspilisit. Penulisan komponen seperti latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penulisan. Meskipun demikian pada beberapa jurnal tertentu, justru diharuskan mengikspplisitkan subbagian tersebut.

b)      Bagian pembahasan

Komponen yang terdapat pada bagian ini harus diseuaikan dengan rumusan masalah dan tujuan yang ada sebelumnya. Untuk artikel penelitian hasil penelitian dan uraian penelitian diletakkan pada bagian ini.

c)      Bagian penutup

Pada umumnya bagian penutup artikel terdiri dari simpulan dan saran dan implikasi dan keterbatasan penelitian.

 

5.      Komponen organisasi Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Bentuk dan sistematika dalam penulisan skripsi, tesis, dan disertasi sangat berbeda bila dibandingkan dengan bentuk dan organisasi penulisan makalah dan artikel. Bentuk organisasi penulisan skripsi, tesis, disertasi, dan laporan standar yakni : (1) bagian awal, (2) bagian tengah, (3) bagian akhir, berikut penjelasannya:

A.    Bagian awal skripsi, tesis, disertasi

Bagian awal skripsi, tesis, disertasi dan laporan penelitian adalah bagian karya tulis ilmiah yang memuat dan menguraikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pengenalan. Pada umunya komponen pembangun bagian awal skripsi, tesis, disetasi adalah sebgai berikut:

a.       Judul (luar dan dalam)

b.      Pernyataan

c.       Persembahan

d.      Pengesahan pembimbing

e.       Pengesahan penguji

f.        Abstrak

g.      Kata pengantar

h.      Ucapan terimakasih

i.        Daftar isi

j.        Daftar table (jika ada, bersifat tentative)

k.      Daftar gambar (jika ada, bersifat tentative)

l.        Daftar singkatan (jika ada, bersifat tentative)

m.    Daftar lambing (jika ada, bersifat tentative)

n.      Daftar lampiran

B.     Bagian tengah skripsi, tesis, disertasi

Bagian tengah skripsi, tesis, disertasi adalah bagian yang menguraikan dan membahas persoalan yang diajukan pada bagian awal. Pada umumnya komponen pembangun bagian tengah ini adalah sebagai berikut (1) pendahuluan, (2) isi, (3) penutup. Bagian isi mengalami perluasan sehingga terdiri dari bagian kerangka teori, metodologi penelitian, pembahasan hasil pembahasan


 

III.           Ringkasan Buku II

Bab II

Pengertian karya ilmiah

 

A.    Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau penulis. Tujuannya untuk memberitahukan suatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai suatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan.

            karya tulis ilmiah sedikitnya memiliki tiga syarat, yakni : (1) isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah, (2) langkah pengerjaan dijiwai serta menggunakan metode ilmiah, (3) sosok tampilan sesuai dan telah memenuhi syarat sebagi sosok tulisan keilmuan.

 

B.     Sistematika Karya Tulis Ilmiah

Sistematika suatu karya ilmiah sangat diperlukan untuk disesuaikan dengan sistematika yang diminta oleh media publikasi (jurnal maupun majalah ilmiah), sebab bila tidak sesuai akan sulit untuk dimuat. Suatu karya ilmiah tidak ada artinya sebelum dipublikasikan. Dalam suatu karya ilmiah yang mempunyai tingkat keformalan tinggi, seperti skripsi, systematika dalam penulisan lebih baku, dan beberapa paparan lainnya sering diminta dari mahasiswa seperti kesimpulan dan rekomendasi  pada bagian akhir, atau kata pengantar pada bagian awal.

Banyak jurnal dan majalah yang meminta abstrak, yakni rangkuman informasi yang ada dalam dokumen laporan, makalah, atau skripsi. Abstrak yang ditulis secara baik memungkinkan pembaca mengenali isi dokumen lengkap secara cepat dan akurat.

 

C.    Ciri-Ciri Karya Ilmiah

Tidak semua karya yang ditulis secara sistematis dan berdasarkan fakta dilapangan. Sebuah karya ilmiah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

1.      Objektif

Keobjektifan ini menampak dalam setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi

2.      Netral

Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok.

3.      Sistematis

Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, kalsifikasi, kausalitas.

4.      Logis

Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakan, pola nalar induktif atau deduktif. Jika bermaksud menjelaskan atau menyimpulkan suatu data digunakan pola induktif, sebaliknya jika bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.

5.      Menyajikan data

Setiap uraian, pernyataan atau simpulan dalam karya ilmiah harus factual, yaitu menyajikan data bukan emosi atau perasaan seorang penulis saat menulis karya ilmiah.

6.      Tidak Pleonastis

Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit dalam penulisan karya ilmiah.

7.      Bahasa yang digunakan adalah ragam formal

Dalam menulis karya ilmiah tidak boleh menggunakan ragam bahasa santai. Oleh sebab itu bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia ragam formal.

 

D.    Syarat Karya Ilmiah

Dalam penulisannya, karya ilmiah memiliki syarat-syarat tertentu, berikut syarat-syarat karya ilmiah menurut Zulfikar :

1.      Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.

2.      Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun piker dengan unsur yang membangun dan menyangganya.

3.      Alur piker dituangkan dalam sistematika dan notasi.

4.      Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur  kata, angka, table, gambar yang tersusun mendukung alur piker yang teratur.

5.      Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat ilmu dengan menghindarkan kaidah kebahasaan.

6.      Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi, eksposisi, deksripsi, argumentasi.

 

 


 

BAB IV

Jenis dan Bentuk Karya ilmiah

 

Karya tulis ilmiah dapat dilihat dari bentuk penyajian (bahasa) dan penyajiannya. Dari segi bentuk penyajiannya, sebagai karya tulis ilmiah memang disajikan secara ilmiah teknis yang umumnya dipahami oleh kalangan tertentu. Karya tulis ilmiah sendiri biasanya akan terbagi menjadi karya tulis ilmiah yang dibuat untuk kepentingan akademisi dan ada juga karya tulis ilmiah yang ditulis untuk dipopulerkan demi kepentingan publikasi yang dapat dipahami oleh orang-orang. Karya tulis yang digunakan untuk publikasi biasanya disebut karya ilmiah populer. Karya tulis ini tidak terlalu sering menggunakan istilah teknis dan akademis tetapi lebih kepada hal yang biasa di terima oleh masyarakat.

Karya tulis ilmiah terbagi atas artikel ilmiah populer, artikel ilmiah, disertasi, tesis, skripsi, kertas kerja, dan makalah. Berbagai macam pendapat mengenai jenis-jenis karya ilmiah, namun pada dasarnya karya ilmiah merupakan karya yang menyajikan gagasan, pendapat, deksripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta dan teori yang merupakan bukti-bukti  yang empiric. Jadi apa bila sebuah karya tulis tertentu memenuhi kriteria tersebut maka ia dimasukan kedalam jenis karya tulis. Berikut adalah jenis-jenis karya tulis ilmiah itu sendiri sebagai berikut :

1.      Makalah

Makalah merupakan suatu jenis karya tulis ilmiah yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Makalah lazim dibuat berdasarkan kenyataan kemudian dikembangkan secara teoritis. Dalam hal ini pemakalah dapat menggabungkan dua pemikiran yakni pemikiran deduktif dan induktif.

2.      Skripsi

Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semester dan dalam pengerjaannya dibantu oleh dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan “mengawal” dari awal hingga akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada saat ujian sripsi.

3.      Tesis

Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argument-argumen yang lebih kuat, jika dibandingkan dengan skripsi. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertanggung jawab dalam bidang studi tertentu. Dalam penulisan tesis, penulis dituntut harus memiliki kemampuan dalam menggunakan istilah teknis; dari istilah sampai table, dari abstrak sampai blibliografi. Artinya kemampuan mandiri sekalipun dipandu dosen pembimbing menjadi hal yang mendasar.

 

4.      Disertasi

Disertasi adalah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doctor, yaitu gelar tertinggi yang diberikan universitas. Penulisan disertasi ini dibawah bimbingan dosen dan promotor yang berpangkat professor, da nisi pembahasan masalah lebih mendalam dan kompleks dari pada tesis. Disertasi ditulis berdasarkan metodologi penelitian yang mengandug filosopi keilmuan yang tinggi. Mahasiswa S3 harus mampu menentukan masalah (tanpa bimbingan), berpikir abstrak seta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, yang dikaji dalam taraf tinggi.

 

5.      Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk memuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel ilmiah yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedomen ilmiah. Jurnal ilmiah merupakan suatu sarana yang efektif untuk mempublikasikan hasil kalangan bagi kalangan yang lebih luas atau public. Jumlah halaman dalam jurnal biasanya dibatasi tidak lebih dari 15 halaman, sudah termasuk gambar dan table.

 

6.      Artikel Ilmiah Populer

Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah populer tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Sebab ditulis lebih bersifat umum untuk komsumsi public. Artikel ilmiah populer biasanya dimuat disurat kabar atu majalah. Artikel dibuat berdasarkan berpikir deduktif dan induktif atau gabungan keduanya yang bisa “dibungkus” dengan opini si penulis.

 

7.      Kertas kerja

Kertas kerja pada umunya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja dibuat untuk dipresentasikan pada seminar atau loka karya yang biasa dihadiri ilmuan.

 

8.      Resensi

Resensi merupakan karya tulis yang berisi hasil penimbangan, pengulasan atau penilaian sebuah buku. Resensi disebut juga timbangan buku atau Book review sering disampaikan kepada siding pembaca melalui surat kabar atau majalah. Tujuan resensi adalah untuk memberikan pertimbangan atau penilaian secara objektif sehingga masyarakat tahu apakah buku yng diulas tersebut patut dibaca atau tidak.

 

9.      Kritik

Kritik adalah masalah penganalisisan dan penilaian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan. Kritik sebagai bentuk karangan yang berisi penilaian baik buruknya suatu karya secara objektif

 

10.  Esai

Esai adalah suatu tujuan yang menggambarkan opini penulis tentang subjek tertentu yang dicoba untuk dinilainya. Esai semacam kritik yang lebih bersifat subjektif. Maksudnya apa yang diurikan dalam tulisan lebih kepada pendapat pribadi.

 

11.  Laporan

Laporan adalah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang sesuatu subjek tertentu yang sedang dikerjakan, digarap, diteliti, atau diamati dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. Dalam hal ini laporan dapat berupa lapporan hasil penelitian dan hasil kegiatan. Khusus untuk penulisan laporan penelitian, laporan harus disusun secara sistematika penulisan karya ilmiah yang tunduk terhadap aturan dalam penulisan hasil penelitian.


 

IV.             Keunggulan Buku

a.      Keterkaitan antar bab

Kedua buku mempunyai pembahasan dengan penggunaan bahasa yang memilikii kekhasan masing-masing, begitu juga dengan keterkaitan pembahasan dalam 2 bab diantara 2 buku memiliki keterkaitan pembahasan yang dimana dalam buku tersebut membahas mengenai jenis karya ilmiah dan juga organisasi komponen karya ilmiah yang di jelaskan dengan bahasa tersendiri.

b.      Kemutakhiran isi buku

Kedua buku mempunyai pembahasan dengan gaya bahasa yang berbeda namun pembahasan dalam kedua buku tersebut memiliki argumen dan juga contoh kutipan yang jelas dan terpercaya.

 

c.       Kelemahan Buku

a.      Keterkaitan antar bab

Kedua buku tidak memiliki kekurangan dalam hal keterkaitan antar bab, dikarenakan pembahasan dalam bab memiliki keterkaitan yang dimana pembahasan dalam bab memilki hubungan dan saling berkaitan.

b.      Kemutakhiran isi buku

Dalam buku pertama pemnbahasan dalam bab menggunakan bahasa yang mudah dimengerti sedangkan dalam buku kedua cenderung dalam pembahasan dalam bab menggunakan bahasa yang formal dan juga cenderung kaku.

 

d.      Implikasi

Dengan adanya pembahasan dalam kedua buku terutama pada bab-bab tersebut, materi yang dipelajari akan menjadi sumber pengetahuan dalam pembelajaran mahasiswa dalam pendalaman materi mengenai karya ilmiah dan juga komponen karya ilmiah itu sendiri, sehingga mahasiswa dapat terbantu dalam mengetahui apa itu karya ilmiah , jenis karya ilmiah dan juga komponen karya ilmiah.

 

 

 

e.       Simpulan dan saran

a.      Simpulan

Pembahasan dalam kedua bab dalam dua buku tersebut sangat penting terutama dalam pendalaman materi oleh mahasiswa yang sedang memperlajari penulisan laporan ataupun mengenai karya ilmiah, jenis karya ilmiah dan komponen karya ilmiah. Meskipun terdapat beberapa kekurangan didalam buku tentunya tidak mengurangi kualitas ilmu yang disajikan dalam buku. Dengan pembahasan dalam buku mahasiswa terbantu dalam pemahaman mendalam mengenai karya ilmiah, jenis karya ilmiah, dan komponen ilmiah.

b.      Saran

Dalam proses pembuatan buku tentunya dapat dimaklumi bahwa tidak ada buku yang tidak memiliki kekurangan, oleh karena itu kita harus memaklulmi kesalahan yang terdapat dalam buku dan harus bisa menjadikannya pembelajaran dalam hal penulisan buku. Dan kiranya penulis buku juga mampu memperbaiki kekurangan yang terdapat dalam buku dan tidak berhenti dalam berkarya.


No comments:

Post a Comment

MINI RISET (MR) PRAGMATIK

  BAB I PENDAHULUAN A.                 Latar Belakang   Kalau peristiwa tutur merupakan gejala sosial, maka tindak tutur merupakan g...