LAPORAN TINJAUAN KRITIS
BUKU
(CRITICAL BOOK REPORT)
Buku I
Judul Buku : Koponen-komponen karya tulis
ilmiah
Penulis : Dr. H. Erizal Gani,
M.Pd.
Penerbit : Penerbit Pustaka Reka
Cipta
Kota Terbit : Bandung
Tahun Terbit : 2013
Edisi : 1
Jumlah Halaman : 268 halaman
Buku II
Judul Buku : Menulis Karya Ilmiah
Penulis : Dr. H. Dalman, M.Pd.
Penerbit : PT. RAJAGRAFINDO
PERSADA
Kota Terbit : Depok
Tahun Terbit : 2013
Edisi : 3
Jumlah Halaman :
I.
Pengantar
Penyusunan
makalah ini dibuat demi pemenuhan syarat penugasan critical book report dalam mata kuliah Penulisan Laporan
Penelitian. Kiranya hasil pengerjaan ini dapat sesuai dengan kriteria tugas
yang diminta.
II.
Ringkasan
isi buku 1
BAB I
HAKIKAT KOMPONEN KARYA
TULIS ILMIAH
1. HAKIKAT
KOMPONEN KARYA TULIS ILMIAH
Karya tulis ilmiah terdiri dari kata majemuk karya
tulis dan ilmiah. Yang dimaksud dengan karya tulis adalah hasil dari suatu kegiatan
menulis, dan yang dimaksud dengan ilmiah adalah segala sesuatu yang bersifat
keilmuan. Karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang bersifat keilmuan,yang
disusun secara sistematis menurut kaedah-kaedah tertentu berdasarkan hasil
berfikir ilmiah dan metode ilmiah. Kaedah-kaedah yang dimaksud adalah
kaidah-kaidah keilmuan, kebakuan bahasa, kekonsistenan, keobjektifan,
kelogisan, kejelasan, kebermaknaan, tata tulis dan lain-lain.
Antara karya tulis ilmiah dengan karya nonilmiah
banyak terdapat perbedaan. Pada hematnya, perbedaan tersebut dapat ditinjau
dari beberapa titik pengamatan misalnya dari segi : (1) masalah yang
dikemukakan, (2) judul tulisan, (3) bahasa, (4) prosedur pembuatan, (5) efek
yang ditimbulkan, (6) pola pengembangan tulisan, (7) sistematika penulisan, (8)
pembahasan, (9) sasaran pembaca, (10) keterpecayaan, (11) refrensi, (12) jenis
tulisan, (13) penulis, (14) publikasi, (15) sapaan bagi pembuat/penulis.
Apapun jenis karya tulis oelh seorang ilmuan atau
akademisi, sebuah karya tulis dapat dianggap sebagai karya tulis ilmiah jika
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a. Objektif
Yang
dimaksud objektif adalah pengungkapan segala sesuatu seperti apa adanya. Setiap
fakta yang ada diucapkan apa adanya tidak dimanipulasi atau direkayasa.
b. Netral
Aspek kenetralan ini mengacu pada setiap pernyataan,
pengungkapan, informasi atau nilai yang terbebas dari kepentingan-kepentingan
tertentu baik kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok.
c. Sistematis
Aspek sistematis ini mengacu pada pola penyajian yang
bersifat baku, bukan beku. Sebauh karya tulis ilmiah menguraikan dan menyajikan
sesuatu secara berurutan.
d. Logis
Kelogisan
ini mengacu pada pola penalaran yang digunakan penulis, misalnya pola penalaran
induktif dan pola penalaran deduktif, jika seorang penulis bermasksud
menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif, sebaliknya kalau
penulis membuktikan suatu teori atau hipotesis maka digunakan pola deduktif.
e. Menyajikan
data
Setiap
pernyataan atau uraian atau simpulan dalam karya ilmiah harus bersifat factual
yaitu menyajikan segala sesuatu berdasarkan fakta dan data. Oleh karena itu
ungkapan yang bernada emosional hendaknya perlu dihindarkan.
2. HAKIKAT
KOMPONEN KARYA TULIS ILMIAH
Komponen karya tulis ilmiah adalah segala
sesuatu yang diperlukan dan diperhatikan dalam membangun sebuah karya tulis
ilmiah. Istilah komponen ini juga sering disebut dengan unsur-unsur,
bagian-bagian, aspek-aspek karya ilmiah. Mengacu pada Harris (1977) pada
hematnya komponen-komponen karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut:
a. Isi
tulisan
b. Organisasi
pembentuk tulisan
c. Struktur
tulisan
d. Gaya
tulisan
e. Mekanis
tulisan
f.
Perwajahan
BAB II
KOMPONEN ORGANISASI KARYA
TULIS ILMIAH
A.
Komponen organisasi karya
tulis ilmiah
Karya tulis ilmiah
pada dasarnya memiliki sitematika atau susunan baku yang harus diikuti
oleh setiap penulis. Sistematika penulisan secara umum dapat diartikan sebagai
aturan dalam meletakkan bagian-bagian atau komponen-komponen tertentu pada
suatu karya tulis ilmiah. Sebuah karya tulis ilmiah tersebut memiliki komponen
yang membangun karya tulis tersebut, dan komponen tersebut dapat dibedakan atas
komponen :
a. Judul
tulisan
b. Abstrak
c. Pengantar
d. Permasalahan
penelitian
e. Bahan
f.
Cara penelitian
g. Hasil
h. Pembahasan
i.
Simpulan
j.
Ucapan terimakasih
k. Daftar
pusaka
Walaupun secara umum sistematika penulisan karya
ilmiah serupa yaitu dimulai dengan komponen pendahuluan, komponen isi, komponen
penutup, namun secara lebih spesifik sistematika penulisan karya ilmiah dapat
berbeda sesuai dengan kepentingan pembuatan karya tulis ilmiah yang
bersangkutan.
B.
Komponen
organisasi karya tulis ilmiha berdasarkan karya tulis ilmiah
Ragam karya tulis ilmiah yang dikenal
dalam dunia akademik cukup banyak. Pada hematnya karya tulis ilmiah dapat
diklarifikasikan atas beberapa jenis yaitu: (1) makalah, (2) artikel, (3)
laporan penelitian. Makalah dapat dibedakan atas makalah tugas perkuliahan,
makalah tugas akhir, dan makalah seminar. Laporan penelitian dapat dibedakan
menjadi skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian.
1. Komponen
organisasi makalah
Makalah
adalah karya tulis ilmiah yang membicarakan suatu permasalahan secara tuntas
berdasarkan suatu pendekatan berpikir yaitu secara induktif dan deduktif. Pada
dasarnya jenis makalah dapat dibedakan menjadi 3 jenis makalah yaitu (1)makalah
tugas perkuliahan, (2) makalah tugas akhir, (3) makalah seminar.
a. Makalah
tugas perkuliahan
Makalah
tugas perkuliahan ditulis untuk memenuhi tugas yang diberikan oelh dosen atau
guru yang membina perkuliahan atau mata pelajaran tertentu. Sifat makalah ini
sangat klasikal. Oleh sebab itu, bentuk dan oraganisasi makalah perkuliahan
sangat ditentukan oelh dosen atau Pembina perkuliahan atau pembelajaran pada
kelas tersebut. Bentuk dan organisasi tersebut mengacu pada sistematika atau
format dasar yakni : (1) bagian awal, (2) bagian tengah, (3) bagian akhir.
1. Komponen bagian awal (bagian depan tugas
perkuliahan)
Bagian
awal atau bagian depan makalah tugas perkuliahan adalah bagian yang
menginformasikan hal-hal yang berhubungan dengan informasi awal dari makalah
yang bersangkutan. Komponen yang membangun bagian awal makalah tugas
perkuliahan adalah sebagai berikut.
a. Sampul
dan halaman judul
b. Halaman
pengesahan (jika ada bersifat tentative)
c. Pernyataan
(jika ada bersifat tentative)
d. Abstrak
(jika ada bersifat tentative)
e. Kata
pengantar
f.
Daftar isi
g. Daftar
tebel (jika ada bersifat tentative)
2. Komponen
bagian tengah (bagian utama) makalah tugas perkuliahan
Bagian
tengah atau bagian isi makalah tugas perkuliahan adalah bagian yang
menginformasikan hal-hal yang berhubungan dengan isi makalah tugas perkuliahan
yang bersangkutan.berikut adalah komponen bagian tengah makalah tugas
perkuliahan sebgai berikut.
a. Bab
I pendahuluan.
Bab
I pendahuluan adalah bagian makalah yang bersifat pengantar kepermasalahan yang
hendak ditulis. Secara sederhana Bab I pendahuluan memiliki komponen seperti:
(1) latar belakang masalah, (2) rumusan masalah, (3) pertanyaan, (4) tujuan penulisan,
(5) manfaat penulisan (jika ada bersifat tentative.
b. Bab
II pembahasan
Bab
II pembahasan adalah bagian makalah yang menguraikan isi makalah yang
bersangkutan. Berikut susunan komponen Bab II pembahasan menurut penulis buku:
(1) pandangan umum tentang membaca (2)pengertian membaca pemahaman, (3) fungsi
membaca pemahaman, (4) factor yang mempengaruhi pemhaman, (5) cara meningkatkan
keterampilan membaca pemahaman, (6) evaluasi terhadap keterampilan membaca
pemahaman.
c. Bab
III penutup
Bab ini adalah
bagian dari makalah yang menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan penutup
makalah yang bersangkutan. Pada umumnya bagian penutup adalah komponen berikut:
(1) simpulan (bukan kesimpulan), (2) saran.
3. Komponen
bagian akhir (bagian belakang) makalah tugas perkuliahan
Secara
umum komponen yang membangun bagian akhir atau bagian belakang makalah adalah:
(1) daftar pustaka, (2) lampiran (jika ada, bersifat tentative)
b. Komponen
organisasi makalah tugas akhir
Penulisan
makalah tugas akhir dimaksudkan untuk melengkapi persyaratan guna menyelesaikan
pendidikan pada program studi tertentu dalam jenjang pendidikan tertentu. Jenis
makalah tugas akhir ini lebih bersifat kelembagaan. Artinya penulis makalah
tersebut disesuaikan dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan lembaga atau
institusi tertentu. Penulisan makalah tugas akhir ini tetap mengacu pada
sistematika atau format dasar yang berlaku secara umum yakni: (1) bagian awal
tulisan, (2) bagian tengah tulisan, (3) bagian akhir tulisan.
1. Komponen
bagian awal makalah tugas akhir
Secara umum
komponen yang membangun bagian awal adalah sebagai berikut.
a. Halaman
sampul atau halaman judul. Halaman judul dapat terdiri dari judul luar dan
judul dalam
b. Halaman
pernyataan
c. Halaman
pengesahan. Halaman pengesahan ini terdiri dari 2 yakni halaman pengesahan dari
pembimbing dan halaman pengesahan dari dewan penguji.
d. Persembahan
(jika ada)
e. Abstrak
f.
Kata pengantar
g. Daftar
isi
h. Daftar
table atau daftar lainnya. (jika ada)
2. Komponen
tengah makalah tugas akhir
Makalah
tugas akhir ditulis berdasarkan hasil kegiatan penelitian dan ada yang ditulis
berdasarkan konsep yang lazim menjadi acuan. Untuk makalah tugas akhir yang
ditulis berdasarkan penelitian memiliki komponen yang umum sebagai berikut.
a. Bab
I pendahuluan
Merupakan komponen
yang bersifat mengantar kepersoalan yang akan diuraikan pada bab II. Meliputi
sebagai berikut: (1) latar belakang masalah, (2) batasan masalah, (3) rumusan
masalah, (4) pertanyaan penelitian, (5) tujuan penulisan, (6) manfaat penulisan,
kemudian ada pula kerangka teori yang meliputi: (1) kajian teori/kerangka
teoritis, (2) kerangka konspetual, (3) hipotesis, lalu ada pula bagian
metodelogi yang meliputi: (1) jenis penelitian, (2) metode penelitian, (3)
populasi dan sampel, (4) Instrumen penelitian, (5) teknik pengumpulan data, (6)
latar, entri, keadiran peneliti, (7) teknis analisis data.
b. Bab
II pembahasan.
Komponen
yang harus disesuaikan dengan rumusan masalah dalam makalah tugas akhir. Dan
juga harus sesuai dengan tujuan pembuatan makalah.
c. Bab
III penutup
Memuat
komponen-komponen sebagai berikut (1) simpulan, (2) Saran, (3) implikasi.
3. Komponen
organisasi makalah seminar
Makalah
seminar adalah makalah yang ditulis untuk dibicarakan dalam suatu pertemuan
ilmiah sepperti seminar, konferensi musyawarah dan lainnya. Makalah ini
bersifat kepanitiaan. Bentuk organisasi penulisan makalah seminar ini tetap
mengacu kepada sistematika atau format, yaitu: (1) Bagian awal, (2) bagian
tengah, (3) bagian akhir, berikut penjelasannya:
A. Komponen
bagian awal (bagian depan) makalah seminar
Komponen
umum makalah seminar adalah sebagai berikut : (1) judul, (2) nama penulis, (3)
afilasi penulis, (4) abstrak, (5) kata kunci.
B. Komponen
bagian tengah (bagian utama) makalah seminar
Makalah
seminar ada yang ditulis berdasarkan hasil penelitian da nada yang ditulis berdasarkan konsep yang
lazim. Komponen yang membangun bagian tengah tidak jauh berbeda yakni:
a. Bagian
pendahuluan.
Bagian
ini biasanya tidak dirinci atas beberapa subbagian secara eksplisit. Komponen
yang membangun bagian awal ini misalnya latar belakang, rumusan masalah,tujuan
penulisan.
b. Bagian
pembahasan
Komponen
dalam bagian ini disesuaikan kedalam rumusan permasalahan dan tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya.
c. Bagian
penutup
Penutup
makalah seminar tidak terinci secara terpisah atas bagian yang lebih spesifik.
Biasanya simpulan yang diimplikasikan dalam bentuk paragraph.
C. Komponen
bagian akhir (bagian belakang) makalah seminar
Secara
umum komponen yang membangun bagian akhir adalah sebagai berikut (1) daftar
pustaka, (2) lampiran (jika ada).
4. Komponen
organisasi artikel
Penulisan
artkel pada hematnya ditujukan untuk
publikasikan dalam media cetak, baik media cetak, misalnya Koran, majalah, dan
tabloid atau bias juga media cetak khusus misalnya jurnal. Bentuk dan
sistematika dalam sebuah artikel adalah sebagai berikut: (1) bagian awal, (2)
bagian tengah, (3) bagian akhir, berikut penjelasannya:
A. Komponen
bagian awal artikel
Komponen
yang membangun penulisan artikel adalah sebagai berikut : (1) Judul, (2),nama
penulis, (3) afilasi penulis, (4) abstrak, (5) kata kunci. Biasanya
masing-masing komponen tersebut dimuat dalam 1 halaman yang sama dalam artikel.
B. Komposisi
bagian tengah artikel
Pada
umumnya bagian tengah atau bagian utam artikel untuk jurnal illmiah memuat
komponen berikut:
a) Bagian
pendahuluan
Biasanya bagian
ini tidak dirinci secara beberapa subbagian secara ekspilisit. Penulisan
komponen seperti latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penulisan. Meskipun
demikian pada beberapa jurnal tertentu, justru diharuskan mengikspplisitkan
subbagian tersebut.
b) Bagian
pembahasan
Komponen yang
terdapat pada bagian ini harus diseuaikan dengan rumusan masalah dan tujuan
yang ada sebelumnya. Untuk artikel penelitian hasil penelitian dan uraian
penelitian diletakkan pada bagian ini.
c) Bagian
penutup
Pada umumnya
bagian penutup artikel terdiri dari simpulan dan saran dan implikasi dan
keterbatasan penelitian.
5. Komponen
organisasi Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Bentuk
dan sistematika dalam penulisan skripsi, tesis, dan disertasi sangat berbeda
bila dibandingkan dengan bentuk dan organisasi penulisan makalah dan artikel.
Bentuk organisasi penulisan skripsi, tesis, disertasi, dan laporan standar
yakni : (1) bagian awal, (2) bagian tengah, (3) bagian akhir, berikut
penjelasannya:
A. Bagian
awal skripsi, tesis, disertasi
Bagian
awal skripsi, tesis, disertasi dan laporan penelitian adalah bagian karya tulis
ilmiah yang memuat dan menguraikan segala sesuatu yang berkaitan dengan
pengenalan. Pada umunya komponen pembangun bagian awal skripsi, tesis, disetasi
adalah sebgai berikut:
a. Judul
(luar dan dalam)
b. Pernyataan
c. Persembahan
d. Pengesahan
pembimbing
e. Pengesahan
penguji
f.
Abstrak
g. Kata
pengantar
h. Ucapan
terimakasih
i.
Daftar isi
j.
Daftar table (jika ada,
bersifat tentative)
k. Daftar
gambar (jika ada, bersifat tentative)
l.
Daftar singkatan (jika
ada, bersifat tentative)
m. Daftar
lambing (jika ada, bersifat tentative)
n. Daftar
lampiran
B. Bagian
tengah skripsi, tesis, disertasi
Bagian
tengah skripsi, tesis, disertasi adalah bagian yang menguraikan dan membahas
persoalan yang diajukan pada bagian awal. Pada umumnya komponen pembangun
bagian tengah ini adalah sebagai berikut (1) pendahuluan, (2) isi, (3) penutup.
Bagian isi mengalami perluasan
sehingga terdiri dari bagian kerangka teori, metodologi penelitian, pembahasan
hasil pembahasan
III.
Ringkasan Buku II
Bab
II
Pengertian
karya ilmiah
A.
Pengertian
Karya Ilmiah
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang
isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh
seorang penulis atau penulis. Tujuannya untuk memberitahukan suatu hal secara
logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk
mencari jawaban mengenai suatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang
sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan.
karya tulis ilmiah
sedikitnya memiliki tiga syarat, yakni : (1) isi kajiannya berada pada lingkup
pengetahuan ilmiah, (2) langkah pengerjaan dijiwai serta menggunakan metode
ilmiah, (3) sosok tampilan sesuai dan telah memenuhi syarat sebagi sosok
tulisan keilmuan.
B.
Sistematika
Karya Tulis Ilmiah
Sistematika suatu karya ilmiah sangat
diperlukan untuk disesuaikan dengan sistematika yang diminta oleh media
publikasi (jurnal maupun majalah ilmiah), sebab bila tidak sesuai akan sulit
untuk dimuat. Suatu karya ilmiah tidak ada artinya sebelum dipublikasikan.
Dalam suatu karya ilmiah yang mempunyai tingkat keformalan tinggi, seperti
skripsi, systematika dalam penulisan lebih baku, dan beberapa paparan lainnya
sering diminta dari mahasiswa seperti kesimpulan dan rekomendasi pada bagian akhir, atau kata pengantar pada
bagian awal.
Banyak jurnal dan majalah yang meminta
abstrak, yakni rangkuman informasi yang ada dalam dokumen laporan, makalah,
atau skripsi. Abstrak yang ditulis secara baik memungkinkan pembaca mengenali isi
dokumen lengkap secara cepat dan akurat.
C.
Ciri-Ciri
Karya Ilmiah
Tidak semua karya yang ditulis secara
sistematis dan berdasarkan fakta dilapangan. Sebuah karya ilmiah mempunyai
ciri-ciri sebagai berikut.
1. Objektif
Keobjektifan ini
menampak dalam setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan
yang sebenarnya, tidak dimanipulasi
2. Netral
Kenetralan ini
bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan
tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok.
3. Sistematis
Uraian yang
terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola
pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, kalsifikasi, kausalitas.
4. Logis
Kelogisan ini bisa
dilihat dari pola nalar yang digunakan, pola nalar induktif atau deduktif. Jika
bermaksud menjelaskan atau menyimpulkan suatu data digunakan pola induktif,
sebaliknya jika bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola
deduktif.
5. Menyajikan
data
Setiap uraian,
pernyataan atau simpulan dalam karya ilmiah harus factual, yaitu menyajikan
data bukan emosi atau perasaan seorang penulis saat menulis karya ilmiah.
6. Tidak
Pleonastis
Maksudnya
kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak
berbelit-belit dalam penulisan karya ilmiah.
7. Bahasa
yang digunakan adalah ragam formal
Dalam menulis
karya ilmiah tidak boleh menggunakan ragam bahasa santai. Oleh sebab itu bahasa
yang digunakan adalah bahasa Indonesia ragam formal.
D.
Syarat
Karya Ilmiah
Dalam penulisannya, karya ilmiah memiliki
syarat-syarat tertentu, berikut syarat-syarat karya ilmiah menurut Zulfikar :
1. Karya
tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
2. Keindahan
karya tulis ilmiah terletak pada bangun piker dengan unsur yang membangun dan
menyangganya.
3. Alur
piker dituangkan dalam sistematika dan notasi.
4. Karya
tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur
kata, angka, table, gambar yang tersusun mendukung alur piker yang
teratur.
5. Karya
tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam
hakikat ilmu dengan menghindarkan kaidah kebahasaan.
6. Karya
tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi, eksposisi, deksripsi,
argumentasi.
BAB IV
Jenis dan Bentuk Karya
ilmiah
Karya
tulis ilmiah dapat dilihat dari bentuk penyajian (bahasa) dan penyajiannya.
Dari segi bentuk penyajiannya, sebagai karya tulis ilmiah memang disajikan
secara ilmiah teknis yang umumnya dipahami oleh kalangan tertentu. Karya tulis
ilmiah sendiri biasanya akan terbagi menjadi karya tulis ilmiah yang dibuat
untuk kepentingan akademisi dan ada juga karya tulis ilmiah yang ditulis untuk
dipopulerkan demi kepentingan publikasi yang dapat dipahami oleh orang-orang.
Karya tulis yang digunakan untuk publikasi biasanya disebut karya ilmiah populer.
Karya tulis ini tidak terlalu sering menggunakan istilah teknis dan akademis
tetapi lebih kepada hal yang biasa di terima oleh masyarakat.
Karya
tulis ilmiah terbagi atas artikel ilmiah populer, artikel ilmiah, disertasi,
tesis, skripsi, kertas kerja, dan makalah. Berbagai macam pendapat mengenai
jenis-jenis karya ilmiah, namun pada dasarnya karya ilmiah merupakan karya yang
menyajikan gagasan, pendapat, deksripsi atau pemecahan masalah secara
sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa
baku, serta didukung oleh fakta dan teori yang merupakan bukti-bukti yang empiric. Jadi apa bila sebuah karya
tulis tertentu memenuhi kriteria tersebut maka ia dimasukan kedalam jenis karya
tulis. Berikut adalah jenis-jenis karya tulis ilmiah itu sendiri sebagai
berikut :
1. Makalah
Makalah merupakan
suatu jenis karya tulis ilmiah yang sering kita jumpai dalam kehidupan
sehari-hari. Makalah lazim dibuat berdasarkan kenyataan kemudian dikembangkan
secara teoritis. Dalam hal ini pemakalah dapat menggabungkan dua pemikiran
yakni pemikiran deduktif dan induktif.
2. Skripsi
Skripsi adalah
karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar
sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semester dan dalam pengerjaannya dibantu
oleh dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan “mengawal” dari awal hingga
akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada saat ujian
sripsi.
3. Tesis
Tesis mempunyai
tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. Pernyataan-pernyataan dan
teori dalam tesis didukung oleh argument-argumen yang lebih kuat, jika
dibandingkan dengan skripsi. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen
senior yang bertanggung jawab dalam bidang studi tertentu. Dalam penulisan
tesis, penulis dituntut harus memiliki kemampuan dalam menggunakan istilah
teknis; dari istilah sampai table, dari abstrak sampai blibliografi. Artinya
kemampuan mandiri sekalipun dipandu dosen pembimbing menjadi hal yang mendasar.
4. Disertasi
Disertasi adalah
karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doctor, yaitu gelar tertinggi yang
diberikan universitas. Penulisan disertasi ini dibawah bimbingan dosen dan
promotor yang berpangkat professor, da nisi pembahasan masalah lebih mendalam
dan kompleks dari pada tesis. Disertasi ditulis berdasarkan metodologi
penelitian yang mengandug filosopi keilmuan yang tinggi. Mahasiswa S3 harus
mampu menentukan masalah (tanpa bimbingan), berpikir abstrak seta menyelesaikan
masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang
filosofis, yang dikaji dalam taraf tinggi.
5. Artikel
Ilmiah
Artikel ilmiah
adalah karya tulis yang dirancang untuk memuat dalam jurnal atau buku kumpulan
artikel ilmiah yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedomen
ilmiah. Jurnal ilmiah merupakan suatu sarana yang efektif untuk mempublikasikan
hasil kalangan bagi kalangan yang lebih luas atau public. Jumlah halaman dalam
jurnal biasanya dibatasi tidak lebih dari 15 halaman, sudah termasuk gambar dan
table.
6. Artikel
Ilmiah Populer
Berbeda dengan artikel
ilmiah, artikel ilmiah populer tidak terikat secara ketat dengan aturan
penulisan ilmiah. Sebab ditulis lebih bersifat umum untuk komsumsi public.
Artikel ilmiah populer biasanya dimuat disurat kabar atu majalah. Artikel
dibuat berdasarkan berpikir deduktif dan induktif atau gabungan keduanya yang
bisa “dibungkus” dengan opini si penulis.
7. Kertas
kerja
Kertas kerja pada
umunya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan
tajam. Kertas kerja dibuat untuk dipresentasikan pada seminar atau loka karya
yang biasa dihadiri ilmuan.
8. Resensi
Resensi merupakan
karya tulis yang berisi hasil penimbangan, pengulasan atau penilaian sebuah
buku. Resensi disebut juga timbangan buku atau Book review sering disampaikan
kepada siding pembaca melalui surat kabar atau majalah. Tujuan resensi adalah
untuk memberikan pertimbangan atau penilaian secara objektif sehingga
masyarakat tahu apakah buku yng diulas tersebut patut dibaca atau tidak.
9. Kritik
Kritik adalah
masalah penganalisisan dan penilaian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan
pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan. Kritik
sebagai bentuk karangan yang berisi penilaian baik buruknya suatu karya secara
objektif
10. Esai
Esai adalah suatu
tujuan yang menggambarkan opini penulis tentang subjek tertentu yang dicoba
untuk dinilainya. Esai semacam kritik yang lebih bersifat subjektif. Maksudnya
apa yang diurikan dalam tulisan lebih kepada pendapat pribadi.
11. Laporan
Laporan adalah bentuk
karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang sesuatu subjek tertentu yang
sedang dikerjakan, digarap, diteliti, atau diamati dan mengandung saran-saran
untuk dilaksanakan. Dalam hal ini laporan dapat berupa lapporan hasil
penelitian dan hasil kegiatan. Khusus untuk penulisan laporan penelitian,
laporan harus disusun secara sistematika penulisan karya ilmiah yang tunduk
terhadap aturan dalam penulisan hasil penelitian.
IV.
Keunggulan
Buku
a.
Keterkaitan
antar bab
Kedua buku mempunyai
pembahasan dengan penggunaan bahasa yang memilikii kekhasan masing-masing,
begitu juga dengan keterkaitan pembahasan dalam 2 bab diantara 2 buku memiliki
keterkaitan pembahasan yang dimana dalam buku tersebut membahas mengenai jenis karya
ilmiah dan juga organisasi komponen karya ilmiah yang di jelaskan dengan bahasa
tersendiri.
b.
Kemutakhiran isi buku
Kedua buku mempunyai pembahasan dengan gaya bahasa yang
berbeda namun pembahasan dalam kedua buku tersebut memiliki argumen dan juga
contoh kutipan yang jelas dan terpercaya.
c.
Kelemahan
Buku
a.
Keterkaitan antar bab
Kedua
buku tidak memiliki kekurangan dalam hal keterkaitan antar bab, dikarenakan
pembahasan dalam bab memiliki keterkaitan yang dimana pembahasan dalam bab
memilki hubungan dan saling berkaitan.
b.
Kemutakhiran isi buku
Dalam
buku pertama pemnbahasan dalam bab menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
sedangkan dalam buku kedua cenderung dalam pembahasan dalam bab menggunakan
bahasa yang formal dan juga cenderung kaku.
d.
Implikasi
Dengan
adanya pembahasan dalam kedua buku terutama pada bab-bab tersebut, materi yang
dipelajari akan menjadi sumber pengetahuan dalam pembelajaran mahasiswa dalam
pendalaman materi mengenai karya ilmiah dan juga komponen karya ilmiah itu
sendiri, sehingga mahasiswa dapat terbantu dalam mengetahui apa itu karya
ilmiah , jenis karya ilmiah dan juga komponen karya ilmiah.
e.
Simpulan
dan saran
a.
Simpulan
Pembahasan
dalam kedua bab dalam dua buku tersebut sangat penting terutama dalam pendalaman
materi oleh mahasiswa yang sedang memperlajari penulisan laporan ataupun
mengenai karya ilmiah, jenis karya ilmiah dan komponen karya ilmiah. Meskipun
terdapat beberapa kekurangan didalam buku tentunya tidak mengurangi kualitas
ilmu yang disajikan dalam buku. Dengan pembahasan dalam buku mahasiswa terbantu
dalam pemahaman mendalam mengenai karya ilmiah, jenis karya ilmiah, dan
komponen ilmiah.
b.
Saran
Dalam
proses pembuatan buku tentunya dapat dimaklumi bahwa tidak ada buku yang tidak
memiliki kekurangan, oleh karena itu kita harus memaklulmi kesalahan yang
terdapat dalam buku dan harus bisa menjadikannya pembelajaran dalam hal
penulisan buku. Dan kiranya penulis buku juga mampu memperbaiki kekurangan yang
terdapat dalam buku dan tidak berhenti dalam berkarya.
No comments:
Post a Comment