“PERILAKU MENYIMPANG DALAM
PANDANGAN PSIKOLOGI”
1. PENDAHULUAN
Perilaku
manusia dapat diartikan sebagai ciri-ciri atau karakteristik yang dapat
dibedakan dengan manusia lainnya.
Sedangkan perilaku itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu bentuk
respon dengan stimulus yang timbul dan manusia merupakan gabungan dari jiwa dan
raga yang memiliki sifat-sifat tertentu dan unik. (Tirta Raharja U. dkk …2000)
pengantar pendidikan ; Jakarta : Rieneka Cipta. Bagian Hakekat manusia dan
pengembangan). Menurut Beerlins, 1951:43 manusia adalah makhluk yang serba
terhubung dengan masyarakat, lingkungan dirinya sendiri dan tuhan.
Pada
dasarnya perilaku manusia dapat terbentuk akibat adanya stimulus yang diberikan,
stimulus yang datang akan direspon dalam bentuk perilaku yang ditunjukan,
perilaku itu sendiri dapat berbentuk positif atau negatif tergantung pada
stimulus yang datang. Perilaku menyimpang diterjemakan
sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan
yang mengacu pada norma-norma dan hokum-hukum yang ada di dalam masyarakat.
Perilaku menyimpang terjadi karena seseorang telah mengabaikan norma-norma,
aturan atau tidak mematuhi patokan baku, berupa produk hokum baik yang tersirat
maupun tersurat dan berlaku ditangah masyarakat.
Dalam makalah ini akan dibahas
mengenai perilaku menyimpang dalam pandangan psikologi, teori penyimpangan,
ciri-ciri perilaku menyimpang, sifat-sifat penyimpangan, dan jenis-jenis
perilaku menyimpang.
BAB II
PEMBAHASAN
Secara garis besar terdapat faktor
yang menjadi penyebab penyimpangan prilaku, diantaranya faktor biologis dan
faktor psikologi. Kondisi psikologis dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan
prilaku. Kondisi-kondisi tersebut dapat bersumber dari lingkungan keluarga,
masyarakat atau faktor yang bersumber dari individu sendiri seperti stress.
Beberapa faktor penyebab perilaku menyimpang yang bersumber dari lingkungan
keluarga seperti perceraian orang tua, ketidak hadiran orang tua dan konflik
orang tua.
Menurut
Robert M.Z. Lawang, perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang
dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha
dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku
tersebut.
Teori-Teori Penyimpangan
1.Teori
Labeling
Menurut
Edwin M. Lemert, seseorang menjadi orang yang menyimpang karena proses
labelling berupa julukan, cap dan merk yang ditujukan oleh masyarakat ataupun
lingkungan sosialnya.
2. Teori
Hubungan Diferensiasi
Menurut
Edwin H. Sutherland, agar terjadi penyimpangan seseorang harus mempelajari
terlebih dahulu bagaimana caranya menjadi seorang yang menyimpang. Pengajaran
ini terjadi akibat interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain yang berperilaku
menyimpang
3.Teori
Anomi Robert K Merton
Robert
K. Merton menganggap anomi disebabkan adanya ketidakharmonisan antara tujuan
budaya dengan cara-cara yang diapakai untuk mencapai tujuan tersebut. Menurut Merton terdapat lima cara pencapaian tujuan
budaya, yaitu: Konformitas, Inovasi, Ritualisme, Retreatisme, dan Pemberontakan.
Ciri-ciri Perilaku Menyimpang (Paul
B Horton)
a. Penyimpangan
harus dapat didefinisikan, artinya penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.
b. Penyimpangan
bisa diterima bisa juga ditolak.
c. Penyimpangan
relatif dan penyimpangan mutlak, artinya perbedaannya ditentukan oleh frekuensi
dan kadar penyimpangan.
d. Penyimpangan
terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal, artinya budaya ideal adalah segenap
peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Antara budaya
nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan.
e. Terdapat
norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. Norma penghindaran adalah pola
perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tanpa harus
menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka.
f. Penyimpangan
sosial bersifat adaptif, artinya perilaku menyimpang merupakan salah satu cara
untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.
Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang
a. Penyalahgunaan
Narkoba
b. Penyimpangan
seksual (Perzinahan yaitu hubungan seksual di luar nikah; Lesbian yaitu
hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita; Homoseksual adalah hubungan
seksual yang dilakukan sesama laki-laki; Pedophilia adalah memuaskan kenginan
seksual dengan menggunakan kontak seksual dengan anak-anak; Gerontophilia
adalah memuaskan keinginan seksual dengan orang tua seperti kakek dan nenek; Kumpul
kebo adalah hidup seperti suami istri tanpa nikah).
c. Alkoholisme
d. Kenakalan
Remaja
BAB III
KESIMPULAN
Kondisi psikologis dapat menyebabkan
seseorang ber perilaku menyimpang. Penyimpangan tersebut dapat bersumber dari
lingkungan keluarga, masyarakat atau faktor yang bersumber dari individu
sendiri seperti stress. Beberapa faktor penyebab perilaku menyimpang yang
bersumber dari lingkungan keluarga seperti perceraian orang tua, ketidak
hadiran orang tua dan konflik orang tua. Terdapat beberapa ciri perilaku
menyimpang, diantaranya: Penyimpangan harus dapat didefinisikan; Penyimpangan bisa
diterima bisa juga ditolak; Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlakd; Penyimpangan
terhadap budaya nyata ataukah budaya idea; Terdapat norma-norma penghindaran
dalam penyimpangan; Penyimpangan sosial bersifat adaptif.
DAFTAR PUSTAKA
Ramlan,
Toupik dkk. 2007. Sosiologi 1 Kajian
Kehidupan Masyarakat. Jakarta: Yudistira
Mantiri, Vive Vike. 2014. Perilaku Menyimpang di Kalangan Remaja di Kelurahan Pondang, Kecamatan
Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan. http://media.neliti.com/media/publications/90282-ID-perilaku-menyimpang-di-kalangan-remaja.pdf.
Volume III. No.1. Halaman 1-13
Onika, Hefri Asra. Perilaku Menyimpang. http://infosos.wordpress.com/kelas-x/perilaku-menyimpang/.
25 Oktober 20017
Iqba, Muh. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/lentera_pendidikan/article/download/530/521.
Lentera pendidikan. Volum 17 nosssmor 2. Halaman 229-242
No comments:
Post a Comment